Standar Kualitas Air Bersih

https://watercaresolution.com/

          Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Sebagai suatu materi yang esensial didalam kehidupan, tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Oleh karena itu kualitas air haruslah memenuhi kriteria standar air bersih baik secara fisik, kimia, maupun mirobilogi (khusus air minum). Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. Bagi manusia kebutuhan air sangat mutlak karena dalam tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh.

Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya.

          Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

Persyaratan Kualitas Air Bersih

Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia harus memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis.

A. Kriteria secara fisik, antara lain:

  1. Jernih atau tidak keruh

          Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh.

  • Tidak berwarna

          Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan.

  • Rasanya tawar

          Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu  yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.

  • Tidak berbau

          Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air.

  • Temperaturnya normal

          Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme.

  • Tidak mengandung zat padatan

          Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air, zat padat yang terlarut dalam air tanah merupakan kandungan mineral yang berbahaya jika berlebih.

B. Kriteria secara kimiawi, antara lain:


      1. pH (derajat keasaman)

          Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan.

Baca Juga :  Mengapa Air Tanah Sering Berbau Besi dan Warna Kuning?

      2. Kesadahan

          Ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahannonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

      3. Besi (Fe)

          Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l.

      4. Aluminium

          Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi.

      5. Zat organik

          Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup diperairan  

      6. Sulfat

          Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas.

  • Nitrat dan nitrit

          Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh.


C. Kriteria secara biologis, antara lain:


          Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.

STANDAR AIR BERSIH BERDASARKAN PERMENKES RI No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977

          Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu:

  1. Aman dan higienis.
  2. Baik dan layak minum.
  3. Tersedia dalam jumlah yang cukup.
  4. Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat

Parameter air yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut:

Parameter Air Bersih secara Fisika


1. Kekeruhan

Baca Juga :  Pemasangan Filter Air FRP 10 Fiber di Villa Bintaro, Tangerang Selatan

2. Warna

3. Rasa & bau

4. Endapan

5. Temperatur

Parameter Air Bersih secara Kimia

1. Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, protein, deterjen, 

Standar Kualitas Air di Perairan Umum

( Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1990 )

NoParameterSatuanKadar Maksimum
Golongan AGolongan BGolongan CGolongan D
FISIKA
1Bau
2Jumlah zat padat terlarutMg/L1000100010001000
3KekeruhanSkala NTU5
4Rasa
5WarnaSkala TCU15
6SuhuoCSuhu udara
7Daya Hantar ListrikUmhos/cm2250
KIMIA anorganik
1Air raksaMg/lt0.0010.0010.0020.005
2AluminiumMg/lt0.2
3ArsenMg/lt0.0050.0511
4BariumMg/lt11
5BesiMg/lt0.35
6FloridaMg/lt0.51.51.5
7KadmiumMg/lt0.0050.010.010.01
8Kesadahan CaCO3Mg/lt500
9KloridaMg/lt2506000.003
10Kromium valensi 6Mg/lt0.0050.050.051
11ManganMg/lt0.10.52
12NatriunMg/lt20060
13Nitrat sebagai NMg/lt1010
14Nitrit sebagai NMg/lt1.010.06
15PerakMg/lt0.05
16.pH6.5 – 8.55 – 96 – 95 – 9
17SeleniumMg/lt0.010.010.050.05
18SengMg/lt550.022
19SianidaMg/lt0.10.10.02
20SulfatMg/lt400400
21Sulfida sebagao H2SMg/lt0.050.10.002
22TembagaMg/lt1.010.020.1
23TimbalMg/lt0.050.010.031
24Oksigen terlarut (DO)Mg/lt>=6>3
25NikelMg/lt0.5
26SAR (Sodium Absortion Ratio)Mg/lt1.5 – 2.5
Kimia Organik
1Aldrin dan dieldrinMg/lt0.00070.017
2BenzonaMg/lt0.01
3Benzo (a) PyreneMg/lt0.00001
4Chlordane (total isomer)Mg/lt0.0003
5ChlordaneMg/lt0.030.003
62,4 DMg/lt0.10
7DDTMg/lt0.030.0420.002
8DetergentMg/lt0.5
91,2 DichloroethaneMg/lt0.01
101,1 DichloroethaneMg/lt0.0003
11Heptachlor heptachlor epoxideMg/lt0.0030.018
12HexachlorobenzeneMg/lt0.00001
13LindaneMg/lt0.0040.056
14MetoxychlorMg/lt0.030.035
15PentachlorophenolMg/lt0.01
16Pestisida totalMg/lt0.1
172,4,6 TrichlorophenolMg/lt0.01
18Zat Organik (KMnO4)Mg/lt10
19EndrinMg/lt0.0010.004
20FenolMg/lt0.0020.001
21Karbon kloroform ekstrakMg/lt0.05
22Minyak dan lemakMg/ltNihil1
23Organofosfat dan carbanatMg/lt0.10.1
24PCDMg/ltNihil
25Senyawa aktif biru metilenMg/lt0.50.2
26ToxapheneMg/lt0.005
27BHCMg/lt0.21
Mikrobiologik
1Koliform tinjaJml/100ml2000
2Total koliformJml/100ml310000

          Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air. Untuk mengetahui kualitas air tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air, meliputi Most Probable Number  (MPN) dan angka kuman.  Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum, air bersih, air badan, air pemandian umum, air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM.

          Khusus untuk air minum, disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen, misalnya bakteri golongan E. coli, Salmonella typhi, Vibrio cholera. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen, seperti Actinomycetes dan Cladocera 

Persyaratan  Kualitas air minum secara Bakteriologis

ParameterSatuanKadar maksimum yang diperbolehkanKeterangan
Air Minum
E. coli atau Fecal coliJumlah per 100 ml sampel
Air yang masuk sistem distribusi
E. coli atau Fecal colJumlah per 100 ml sampel
Total Bakteri ColiformJumlah per 100 ml sampel
Air pada sistem distribusi
E. coli atau Fecal colJumlah per 100 ml sampel
Total Bakteri ColiformJumlah per 100 ml sampel

Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain:

  1. Sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah, air permukaan, air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan.
  2. Pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum.
  3. Produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. Produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih.


KESIMPULAN

          Air salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi manusia. Setiap hari kita membutuhkan air untuk aktifitas sehari-hari. Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit.

          Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia, maka perlu diketahui persyaratan air bersih. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik, kimia dan biologis. Fisik ditinjau bau, rasa, dan warna kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan, pH, kandungan ion dan sebagainya. Sedangkan ada atau tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih.  


          Mengingat begitu pentingnya air bersih bagi kehidupan dan begitu banyak manfaaatnya bagi kebutuhan manusia, maka perlunya pengelolaan dan penggunaan air diperhatikan agar jangan sampai kehabisan, terutama antisipasi saat musim kemarau tiba dan sudah seharusnya kita menghargai dan menggunakan air dengan lebih bijak, salah satu usaha untuk melestarikan ketersediaan air bersih yaitu dengan melakukan filter air yang tepat dan benar.

Tinggalkan Balasan

chat
1
Butuh Batuan?
Hallo,
Ada Yang Bisa kami Bantu?